fbpx
Select Language

Artikel

Juli 24, 2024

Menerapkan Konsep Sustainable Housing untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Share with

Sustainable housing atau rumah berkelanjutan adalah rumah yang dirancang dengan mengedepankan kenyamanan, hemat energi, dan ramah lingkungan. Selain meningkatkan kualitas hidup penghuninya, sustainable housing bisa berdampak baik bagi lingkungan juga.

Dengan inovasi pada bidang teknologi, arsitektur, dan desain, proses penerapan konsep sustainable housing pun jadi semakin mudah. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan untuk menerapkannya.

Menggunakan material ramah lingkungan

RomanGranit_dPerlato_Sienna_RG120x60

Dinding dPerlato Sienna 120×60 cm (RomanGranit GlossMood Xtra)

Material ramah lingkungan adalah material yang berasal dari alam dan tidak mengandung zat-zat yang mengganggu kesehatan. Misalnya adalah batu alam, kayu, bambu, tanah liat, rotan, dan sebagainya. Material ramah lingkungan juga dapat berupa material modern yang proses pembuatannya tidak mengganggu keasrian lingkungan, limbahnya tidak mencemari lingkungan, serta mudah didaur ulang ketika sudah tidak digunakan.

Kamu dapat menggunakan produk RomanGranit motif marmer yang proses produksinya lebih ramah lingkungan. Pada gambar di atas, RomanGranit dPerlato Sienna bisa diandalkan untuk menghiasi interior sustainable housing, baik pada dinding maupun lantai. Tampilannya begitu memukau dengan motif marmer bernuansa abu-abu muda dan urat yang soft.

Pembangunan dengan daya durabilitas tinggi

RomanGranit_dVenosta_Bianco_RG120x60

Dinding dVenosta Bianco 120×60 cm (RomanGranit GlossMood Xtra)

Dalam proses pembangunan, material-material yang digunakan harus memiliki daya durabilitas tinggi. Tujuan utamanya tentu saja untuk memastikan aspek keamanan bangunan dan para penghuninya. Material yang baik juga dapat meminimalisir kerusakan dalam waktu singkat. Misalnya menggunakan baja ringan menggantikan kayu sebagai rangka atap. Serta menggunakan ubin granit dari Roman yang diproduksi dengan teknologi canggih, tebal, dan tidak berpori, sehingga lebih awet. Contohnya dVenosta Bianco yang memiliki motif marmer dengan warna dasar putih dan urat diagonal abu-abu.

Sistem energi terbarukan

sustainable housing, rumah ramah lingkungan

Sinar matahari, udara, dan air adalah tiga macam sumber daya alam yang selalu tersedia atau dikenal sebagai sustainable resources. Sumber daya alam ini paling mudah dimanfaatkan dalam penerapan sustainable housing. Sinar matahari dapat digunakan sebagai sumber penerangan di pagi hingga siang hari. Selain itu bisa juga diolah menjadi sumber listrik dengan menggunakan panel surya.

Udara atau angin yang berhembus dapat menyejukkan ruangan, dengan bantuan desain arsitektur dan interior yang tepat. Misalnya dengan memperbanyak void, menggunakan roster, dan memilih penempatan jendela yang tepat. Sementara air dapat dibuatkan sistem penampungan air hujan untuk kebutuhan menyiram tanaman, menyikat lantai, dan sebagainya.

Desain bangunan yang efisien

RomanGranit_dRieti_Panna_Sabbia_RG120x60

Dinding dRieti Panna & Sabbia 120×60 cm (RomanGranit GlossMood Xtra)

Desain bangunan secara keseluruhan sebaiknya tidak hanya memanjakan mata saja, melainkan membuat penghuninya nyaman dan sehat. Ruang gerak harus diperhatikan supaya lebih efisien dan tidak ada pergerakan yang terhalang. Jendela ditempatkan pada posisi yang pas agar menjadi sumber penerangan, tapi tidak membuat rumah terasa panas. Begitu pula sirkulasi udara, peletakkan jendela dan lubang ventilasi lainnya harus dipertimbangkan dengan baik.

Pemilihan motif ubin granit untuk pelapis dinding juga bisa disiasati agar estetik sekaligus memberi ilusi ruang yang lapang. Misalnya dengan menggunakan koleksi dRieti Panna & Sabia dari RomanGranit yang uratnya horizontal.

Sustainable Housing dengan ruang terbuka hijau

RomanGranit_dPlaster_Smoke_RG80x80

Lantai dPlaster Smoke 80×80 cm (RomanGranit DesignMood Xtra)

Ruang terbuka hijau di area rumah dapat menciptakan suasana asri sekaligus meningkatkan kualitas hidup penghuninya dari segi fisik maupun mental. Melihat kondisi saat ini di mana lahan untuk hunian kian terbatas, tentu pemanfaatan lahan harus dilakukan secara optimal. Opsi yang bisa dijalankan ketika lahan terbatas adalah membuat taman vertikal, memanfaatkan pot, atau membuat taman di rooftop.

Jika memiliki lahan luas, coba pertimbangkan membuat taman dengan tempat duduk santai, lengkap dengan kolam kecil untuk ketenangan dan kedamaian ekstra. Bagian lantai yang sesekali terkena cipratan air, gunakan ubin granit dPlaster Smoke yang tidak licin dengan slip resistance R11.

Menerapkan pengelolaan sampah dan drainase yang baik

Dalam konsep sustainable housing, pengelolaan sampah dan drainase perlu dilakukan dengan baik. Ini semata-mata untuk menjaga keasrian lingkungan. Pengelolaan sampah bisa dimulai dari yang paling sederhana, yaitu memilah berdasarkan kategori supaya mudah didaur ulang.

Untuk drainase, perhatikan jalur pembuangan air di area sekitar rumah. Alih-alih menutup permukaan tanah dengan beton, sebaiknya gunakan paving block supaya air bisa cepat terserap. Kemudian jalin kerjasama dengan warga sekitar untuk rutin membersihkan saluran air di pinggir jalan supaya tidak mudah banjir.

Sustainable housing menjadi salah satu langkah untuk menciptakan keselarasan jangka panjang antara hunian dan sumber daya di tengah perubahan iklim global. Kalau bukan kita yang beraksi, siapa lagi?

Do you want more informations?
Send us a message!

Please wait...