Cara merawat granit dapur sering luput diperhatikan, padahal dapur adalah salah satu area rumah yang paling banyak bekerja setiap harinya. Percikan minyak, tumpahan bumbu, sisa makanan, hingga uap dari proses memasak berkumpul di ruang ini hampir tanpa jeda.
Kombinasi aktivitas tersebut membuat lantai dapur rentan terhadap dua masalah klasik: noda membandel dan bau yang sulit hilang meski sudah dibersihkan. Noda minyak yang mengering cenderung meninggalkan bekas kusam, sementara sisa makanan yang terselip di nat bisa jadi sumber bau tak sedap kalau dibiarkan terlalu lama.
Kabar baiknya, granit punya karakteristik yang membuatnya lebih mudah dijaga dibanding material lain, asal tahu cara merawatnya dengan tepat.
Baca Juga: Model Dapur Minimalis Modern Terbaru untuk Kaum Milenial

Salah satu alasan granit banyak dipilih untuk lantai dapur adalah daya serap airnya yang sangat rendah di bawah 0,5%. Karakteristik ini membuat granit tidak mudah menyerap cairan atau noda yang sering tumpah saat memasak, berbeda dari material berpori seperti marmer yang lebih rentan menyimpan minyak di lapisan dalamnya.
Granit juga tahan terhadap panas, sehingga aman digunakan di area dekat kompor, dan cukup kuat menahan beban peralatan dapur maupun furnitur tanpa mudah retak atau tergores.

Untuk noda minyak yang baru saja tumpah, segera lap dengan kain microfiber sebelum sempat mengering dan menempel di permukaan. Kalau noda sudah terlanjur mengering dan meninggalkan bekas kusam, campurkan air hangat dengan sedikit sabun cuci piring berbahan lembut, lalu usap perlahan dengan gerakan memutar hingga noda terangkat.
Untuk noda membandel seperti bekas kunyit, saus, atau kopi, buat pasta dari baking soda dan sedikit air, oleskan ke permukaan noda, diamkan sekitar sepuluh menit, lalu gosok perlahan dan bilas dengan air bersih. Setelah dibersihkan, selalu keringkan permukaan dengan kain kering agar tidak meninggalkan bercak air.

Bau yang muncul dari lantai dapur biasanya bukan berasal dari granitnya sendiri, melainkan dari sisa makanan atau minyak yang terselip di celah nat. Nat yang kotor dan lembap adalah tempat favorit bagi bakteri penyebab bau, sehingga kebersihannya perlu diperhatikan sama seriusnya dengan permukaan granit.
Sikat nat secara rutin menggunakan sikat berbulu lembut yang dicelup air sabun, dan pastikan area di sekitar wastafel maupun kompor tidak lembap berkepanjangan. Menjaga sirkulasi udara dapur tetap lancar juga membantu mencegah bau menempel pada permukaan lantai maupun dinding.
Baca Juga: 3 Inspirasi Backsplash Dapur, Masak Jadi Lebih Nyaman!
Selain lantai, area backsplash juga jadi titik yang tepat untuk menghadirkan karakter lewat Roman moZaik, sekaligus melindungi dinding dari cipratan minyak dan air saat memasak.
Untuk dapur bergaya minimalis, koleksi dAlor Puteh menawarkan tampilan bersih dengan warna terang yang memantulkan cahaya secara optimal, membuat dapur terasa lebih luas, rapi, dan modern. Warnanya yang putih timeless juga mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior, mulai dari Scandinavian hingga kontemporer.
Roman moZaik yang merupakan porcelain mosaic juga punya daya serap air yang mendekati 0% dan permukaan glassure yang tahan terhadap noda maupun perubahan cuaca, sehingga tetap praktis dirawat meski berada di area yang rawan cipratan minyak dan air. Sistem backing berupa jaring pada tiap kepingnya juga membuat pemasangan lebih presisi dan rapi.
Menariknya, kini ROMAN dan Quadra telah bersinergi menjadi satu kesatuan integrated tile solution, menghadirkan pilihan material yang jauh lebih lengkap untuk berbagai kebutuhan ruang.
Mulai dari ukuran mozaik lewat Roman moZaik, granit dalam berbagai ukuran dari Roman Granit, hingga sintered stone slab berukuran besar dari Quadra yang bisa mencapai 320×160 cm, semuanya kini bisa kamu dapatkan dalam satu solusi terpadu untuk kebutuhan dapur maupun ruang lain di rumah.
Ingin melihat pilihan granit dapur yang tahan noda dan mudah dirawat? Kunjungi showroom House of Roman terdekat atau jaringan toko yang tersebar di seluruh Indonesia.