Granit mozaik terbaru hadir sebagai jembatan visual yang menghubungkan keanggunan autentik dari warisan budaya timur Indonesia dengan dinamika gaya hidup arsitektural modern. Mengambil intisari dari nilai-nilai luhur perhiasan khas NTT yang kerap dijadikan simbol status sosial, dipadukan dengan kekayaan visual lanskap kepulauannya—seperti harmoni sejarah di Ende dan kilau abadi perairan pesisir Bia
Roman menghadirkan elemen desain interior yang benar-benar tak lekang oleh waktu. Sentuhan premium pada setiap kepingan mozaik ini diciptakan secara spesifik bagi Anda yang mendambakan elegan minimalis, perlahan mengubah struktur ruang biasa menjadi sebuah kanvas eksklusif yang memancarkan kedamaian sekaligus pesona tak tertandingi dari alam Nusantara.

Koleksi granit moZaik terbaru terinspirasi dari perhiasan khas daerah Nusa Tenggara yang memiliki simbol yang kuat dan penuh makna. Dalam tradisinya, masyarakat memakai perhiasan bukan sebagai aksesori belaka, melainkan berhubungan dengan ritual tertentu dan menjadi simbol status sosial.
Umumnya masyarakat menggunakan bahan sehari-hari yang tersedia di alam, namun pada beberapa jenis perhiasan menggunakan logam mulia seperti emas, perak, atau perunggu. Kedua koleksi berikut ini terinspirasi dari kerajinan perhiasan dari timur Indonesia.

Masyarakat Timor secara tradisional menggunakan Bela sebagai perlindungan dan menjadi identitas suku. Berbentuk perhiasan yang halus dan detail, Bela dihasilkan dari para pengrajin yang bekerja dengan teliti. Koleksi berikut terinspirasi dari keseimbangan dan karakter dari benda-benda warisan budaya seperti ini.
Kepingan vertikal dari moZaik koleksi Bela memberikan tampilan backsplash dapur yang ekspresif. Koleksi Bela memiliki lapisan glossy dengan 5 pilihan warna yang menonjolkan tekstur dan kedalaman.

Bentang alam Nusa Tenggara yang dikelilingi lautan menjadikan pengrajin lebih kreatif dalam menggunakan hasil laut untuk kehidupan. Salah satu contohnya adalah Bia, perhiasan yang terbuat dari kerang yang tersedia melimpah di pesisir pantai. Bia memiliki arti kerang laut, umumnya dirangkai menjadi kalung atau gelang.
Kerajinan perhiasan menjadi inspirasi koleksi Roman moZaik terbaru yaitu Bia. Hadir dengan warna biru yang mencerminkan suasana laut dan pantai, mempercantik backsplash dapur modern ini.

Pulau-pulau, laut, dan alam pedesaan di Nusantara memiliki kisah dan keindahan tak terlupakan. Melalui 5 koleksi moZaik berikut ini, Roman menghadirkan interpretasi baru tentang kekayaan alam di Nusa Tenggara Timur.
Setiap koleksi merupakan representasi visual dari tempat beserta beragam tradisi uniknya. Penggunaan tiap koleksi pada ruang akan mengangkat identitas Nusantara dalam kehidupan modern.

Terkenal dengan lautnya yang bersih dan pantai yang memukau. Lanskap laut Sawu dalam nuansa biru dan hijau menggambarkan ruang air yang begitu luas namun tetap tenang. Seperti pada koleksi moZaik Sawu, energi di laut memberikan visual yang berkarakter kuat sekaligus estetik. Permukaan koleksi ini berstruktur dengan sedikit gelombang dan finishing glossy.
Desain kolam renang ini berhasil menghadirkan keindahan laut melalui koleksi Sawu Laguna. Koleksi Sawu tersedia dalam 5 varian warna berukuran 5×5 cm yang bisa diaplikasikan di ruang interior maupun eksterior.

Pulau Padar punya keistimewaan berupa bukit-bukit berkontur indah, berpadu dengan teluk dan garis pantai yang dramatis. Lanskap yang ikonik ini menjadi inspirasi bagi koleksi Padar yang kaya warna kontras dan permukaan matt.
Ada 5 pilihan warna berbeda, bagai pasir pantai dan vegetasi perbukitan di Pulau Padar. Sebagai variasi, terdapat koleksi Padar dengan aksen teraso yang memiliki bintik unik.
Lantai dan dinding kamar mandi ini merupakan kombinasi koleksi Padar Selatan, Padar Tengah, dan Padar Karang. Koleksi ini hadir dalam ukuran 10×10 cm yang bisa dipasang di lantai maupun dinding.

Kota Ende ada di pesisir selatan Pulau Flores. Perpaduan sejarah, alam, manusia, dan budaya menjadikan kota ini terasa istimewa. Kehidupan tersebut menjadi inspirasi bagi koleksi moZaik Ende. Hadir dalam 7 warna pilihan, koleksi Ende dapat diaplikasikan untuk pelapis dinding dan lantai.
Dinding ruang berikut ini menggunakan koleksi Ende Purwa dengan nuansa warna abu-abu. Koleksi Ende memiliki ukuran kepingan 6×30 cm dengan permukaan matt dan tekstur rustic.
Sebuah desa adat yang dijuluki sebagai “desa di atas awan” karena berada di pegunungan Flores yang selalu berkabut. Suatu desa terpencil namun terkenal karena lanskap yang indah dan arsitektur tradisional yang unik.
Masyarakat Wae Rebo masih menjalankan berbagai ritual adat dan hidup selaras dengan alam. Koleksi Waerebo mengekspresikan hubungan antara manusia dan ruang melalui kepingan moZaik.
Koleksi Waerebo adalah cerminan sebuah tradisi dalam arsitektur. Permukaan smooth gloss dan soft bevel pada pinggirannya membuat tampilan yang rapi dan estetik.

Sebuah pulau yang didominasi oleh pegunungan dengan karakter geologi yang masih asli. Dikelilingi oleh pantai membiru dengan biota lautnya yang menjadi idaman para penyelam. Salah satu desa di pulau ini masyarakatnya masih menjalankan tradisi perburuan ikan paus secara tradisional. Koleksi moZaik terbaru Lembata mengadopsi bentukan lanskap khas pulau ini dengan permukaan matt dan berstruktur.
Dinding ruang ini tampil unik berlapis Roman moZaik dari koleksi Lembata Rimba. Tampak permukaan granit yang berstruktur agak bergelombang menggambarkan lansekap geologi Pulau Lembata.
ROMAN & QUADRA kini menjadi salah satu integrated tile solution untuk segala kebutuhan mulai dari moZaik, hingga slab berukuran besar. Disini kamu bisa menemukan segala kebutuhan untuk pelapis lantai dengan kualitas terbaik. Tunggu apa lagi? Segera kunjungi showroom House of Roman terdekat sekarang juga!