Select Language

Artikel

Maret 20, 2026

Keindahan Abadi Arsitektur Yunani dan Romawi Kuno

Share with

Bangunan bersejarah nan megah di masa Yunani dan Romawi adalah hasil ekspresi seni, kepercayaan, dan juga cerita mitologi yang sudah ada ribuan tahun lalu. Hal ini terlihat dari peninggalan kuil-kuil yang dibuat untuk para dewa dan dewi yang ada dalam mitologi. 

Perwujudan dewa dan dewi sama seperti manusia baik bentuk maupun sifatnya, namun lebih sempurna. Kesempurnaan dewa-dewi tercermin dalam aturan matematis dalam arsitektur, seperti perhitungan proporsi, simetri, komposisi, skala, dan lain-lain, tujuannya untuk menghasilkan bangunan yang seimbang dan estetik.

Adanya aturan ini membuat arsitektur Yunani dan Romawi memiliki keindahan yang konsisten dan tetap menjadi inspirasi untuk desain-desain klasik hingga saat ini.

Baca Juga: Menyelami Keindahan Pantai dan Arsitektur Portofino

Bangunan Bersejarah Roma dan Yunani

arsitektur romawi
Source: Freepik

Kuil-kuil yang dibangun untuk para dewa merupakan suatu tempat bertemunya manusia dengan para dewa. Di beberapa kuil terdapat patung-patung dewa atau dewi. Salah satu kuil yang terbesar di Yunani adalah Parthenon, merupakan persembahan untuk Athena, dewi kebijaksanaan yang melindungi seluruh kota. 

Parthenon dibangun pada abad ke-5 sebelum Masehi, seluruh bangunannya terbuat dari batu marmer Pentelic yang megah. Kolom-kolomnya dibuat menggunakan aturan Doric yang kokoh dengan hitungan geometris yang sempurna. Saat ini, Parthenon adalah simbol dari keindahan arsitektur klasik.

Kemegahan Arsitektur Romawi Meskipun sekilas terlihat mirip, namun ada perbedaan bangunan kuil di masa Yunani dan di zaman Romawi. Misalnya, dari segi tampilan, kuil Yunani terdiri dari deretan kolom yang mengelilingi bangunan, sedangkan kuil Romawi hanya ada di bagian depan bangunan. 

Dari segi fungsi bangunan, kuil-kuil Yunani merupakan simbol para dewa sehingga biasanya peziarah tidak bisa masuk ke dalam kuil. Sedangkan kuil Romawi terdapat fungsi lain, yaitu sebagai tempat ritual, upacara, bahkan untuk berbagai keperluan kemasyarakatan. 

Salah satunya adalah kuil yang dipersembahkan untuk dewa Apollo, satu di antaranya terletak di Corinth (Yunani). Kuil Apollo merupakan pusat spiritual masyarakat Yunani kuno. Apollo adalah salah satu dewa penting dalam cerita mitologi Yunani. Dewa Apollo dalam versi Romawi dikenal dengan nama Phoebus, sang dewa cahaya. Nama tersebut menjadi inspirasi granit terbaru Roman, yaitu dApollo 100×100 cm.

Source: Freepik

Kuil Romawi menjadi pusat kesenian, ilmu pengetahuan/ filosofi, kegiatan sosial dan juga politik. Jika di era kejayaan Yunani banyak memakai batuan marmer, di zaman Romawi, teknologi membangun sudah semakin maju, ditandai dengan mulai dikenalnya material beton yang bisa menghasilkan kuil yang lebih besar dan kuat.

Struktur bangunan juga berkembang pesat, misalnya telah ditemukan struktur busur (arch), lengkungan (vault), dan kubah (dome). Temuan-temuan seperti ini membuat bangunan-bangunan Romawi saat itu bertambah besar dan megah.

Baca Juga: Mengaplikasikan Desain Arsitektur Biophilic dengan Aneka Koleksi Roman

Contoh bangunan bersejarah di zaman Romawi adalah Pantheon, meskipun terdengar mirip dengan Parthenon di Yunani namun wujudnya sangat berbeda. Pantheon berada di Roma, Italia yang dibangun sekitar abad ke-2 sebelum Masehi.

Kuil ini didirikan untuk persembahan ke seluruh dewa-dewi, tidak cuma 1 dewa. Keunikan bangunan ini adalah penggunaan struktur kubah beton ukuran gigantik, diameternya lebih dari 40 meter. 

Ini merupakan pencapaian arsitektur yang luar biasa pada saat itu. Struktur kubah dihasilkan melalui hitungan geometris yang sempurna. Hingga saat ini kuil Pantheon masih tegak berdiri, menjadi saksi kemajuan peradaban Romawi kuno.

Do you want more informations?
Send us a message!

Please wait...