Granit motif kayu semakin banyak dilirik sebagai jawaban atas satu masalah klasik pemilik rumah. Lantai kayu asli memang selalu punya daya tarik tersendiri, tapi di balik keindahan urat dan warnanya, tersimpan segudang pekerjaan rumah yang tidak semua orang sadari sejak awal.
Iklim tropis yang lembap membuat kayu rentan terhadap rayap dan pelapukan, permukaannya perlu dilapisi ulang secara berkala agar tidak kusam, dan tumpahan air harus segera dikeringkan agar tidak memicu jamur atau kerusakan struktur.
Ditambah harga kayu eksotis yang terus merangkak naik, semua ini membuat banyak pemilik rumah mencari alternatif yang sama hangatnya, tapi jauh lebih mudah dijaga dalam jangka panjang.
Baca Juga: Granit Motif Kayu Kian Elegan dengan Permukaan Polished Glossy

Granit dengan motif kayu dari Roman dirancang untuk menghadirkan detail urat dan warna kayu secara presisi ke permukaan granit, tanpa mewarisi kerepotan perawatan yang menyertai kayu asli. Diproduksi melalui proses pembakaran bersuhu di atas 1.200°C, koleksi ini memiliki struktur yang jauh lebih padat dan tidak berpori dibanding kayu, sehingga tidak jadi tempat berkembang biak rayap maupun jamur.
Daya serap airnya yang rendah juga membuatnya tidak perlu dilapisi coating atau politur seperti kayu asli, sehingga cukup dijaga kebersihannya dengan disapu dan dipel secara rutin agar permukaannya tetap terjaga bertahun-tahun tanpa perlu perawatan khusus.
Lantai kayu asli menuntut kain kering khusus dan harus dijauhkan dari air berlebih, sementara granit motif kayu cukup disapu dan dipel seperti lantai pada umumnya. Urusan pelapisan pun berbeda jauh: kayu asli wajib di plitur atau di coating ulang setiap satu hingga tiga tahun agar tampilannya tetap terjaga, sedangkan granit desain kayu tidak membutuhkan pelapisan ulang sama sekali sepanjang usia pakainya.
Risiko rayap dan jamur juga jadi pembeda yang signifikan. Kayu asli rentan terhadap keduanya dan memerlukan treatment anti rayap secara berkala, sementara permukaan granit motif kayu yang padat dan tidak berpori membuatnya nyaris tidak tersentuh masalah serupa.
Hal ini berlanjut pada paparan air, di mana tumpahan di lantai kayu asli harus segera dikeringkan karena berisiko membuat kayu mengembang atau melengkung, sedangkan granit Roman tahan air dan aman dari tumpahan sehari-hari tanpa perlu penanganan khusus.
Ketahanan terhadap goresan dan noda pun berbeda: kayu asli mudah tergores dan butuh penanganan ekstra hati-hati, sementara granit dengan desain kayu jauh lebih tahan gores sehingga cocok untuk area dengan traffic tinggi.
Kombinasi dari semua faktor ini pada akhirnya berdampak pada biaya perawatan jangka panjang, di mana kayu asli cenderung menuntut anggaran perawatan rutin yang tidak sedikit, sedangkan granit motif kayu jauh lebih hemat karena minim kebutuhan perawatan tambahan.
Dari perbandingan ini terlihat jelas bahwa kehangatan tampilan kayu tidak lagi harus dibayar dengan kerumitan perawatan. Granit motif kayu memungkinkan siapa pun menikmati estetika kayu tanpa harus menjadikannya proyek perawatan rumah tangga tersendiri.
Baca Juga: Kombinasi Motif Marmer dan Kayu pada Interior

Setelah urusan perawatan tak lagi jadi beban, saatnya bicara soal tampilan. Setiap gaya interior punya karakter granit motif kayu yang paling pas untuk mendukungnya. Untuk hunian bernuansa Japandi, dAlder Maple dengan urat halus dan warna terang akan terasa pas dipadukan dengan furnitur netral dan aksen kayu minimalis, menghasilkan ruang yang tenang dan lapang.
Bila mengusung gaya Scandinavian, kombinasi warna kayu terang dari koleksi dChallis varian Pine dengan dinding putih bersih akan memperkuat kesan terang dan lega pada ruangan.
Untuk ruang bernuansa klasik yang hangat, dTeak Autumn dengan urat rapat khas kayu jati jadi pilihan yang selalu relevan, sementara dArmona Cherry cocok bagi yang menginginkan kehangatan cokelat kemerahan yang menenangkan di ruang keluarga maupun kamar tidur.
Detail kecil turut menentukan hasil akhir: pemasangan granit motif kayu yang disusun secara acak dengan pergeseran seperempat hingga seperlima panjang keping, disertai jarak nat tak lebih dari 2 mm, akan membuat kesan alami kayu semakin terasa menyatu di dalam ruang. .
Menariknya, kini ROMAN dan QUADRA telah bersinergi menjadi satu kesatuan integrated tile solution, menghadirkan pilihan material yang jauh lebih lengkap untuk berbagai kebutuhan ruang. Mulai dari ukuran mozaik lewat Roman moZaik, granit berbagai ukuran hingga sintered stone slab berukuran besar dari Quadra, semuanya kini bisa kamu dapatkan dalam satu solusi terpadu untuk kebutuhan lantai, dinding, hingga furnitur, baik indoor maupun outdoor.