fbpx
Select Language

Berita

Maret 02, 2022
Kegiatan

Ruang dan Manusia dalam Perspektif Arsitektur

Share with

Pada webinar yang ke-5 ini, Roman menghadirkan pembicara Dhandya Dondon Basuni, IAI yang merupakan principal architect dari biro konsultan DSI Architect.

Tema webinar yang diselenggarakan pada 18 November 2021 yang lalu adalah Ruang dan Manusia dalam Perspektif Arsitek. Dhandya Dondon Basuni, IAI berbagi mengenai proses mendesain arsitektur yang selalu melibatkan aspek ego dan ideal, baik dari pihak arsitek maupun klien.

Arsitek mempunyai ilmu dan pengetahuan tentang ruang dan bangunan (yang memiliki batasan-batasan), serta punya cita rasa. Sedangkan klien mempunyai rasa kepemilikan sekaligus cita rasa. Cita rasa terbentuk dari kebiasaan kita dalam melihat sesuatu. Dengan latar belakang dan paradigma berbeda tersebut, arsitek dan klien dipersatukan dalam satu project. Antara ego dan ideal arsitek dan klien pun saling berebut tempat.

Yang akhirnya terwujud dalam desain adalah hasil dari pergulatan antara keduanya. Narasumber menceritakan bagaimana suatu ide desain terbentuk dari serangkaian gagasan dan keinginan manusia. Ia mencontohkan dua project rumah tinggal yang telah selesai dikerjakan.

Peserta dapat melihat bagaimana proses desain terjadi, termasuk kiat-kiat dalam mencari desain yang paling tepat untuk klien dan keputusan-keputusan desain itu sendiri. Peserta juga dibawa untuk berkeliling masuk ke dalam sebuah hunian Bernama DAK House.

Dalam hunian ini, kebutuhan pemilik di tuangkan ke dalam sebuah denah yang meng-elaborasi idealitas dan ego.

Pada area living room ini misalnya. Karena ada pemandangan yang bagus tepat di lantai 2 ini, owner ingin menjadikan living room menjadi tempat menyalurkan hobinya yaitu melukis. Arsitek menjaga sebuah fungsi ruangan tidak menjadi sia-sia dan bisa memberikan space kepada owner untuk beraktivitas.

Sedangkan di area kamar tidur utama dibuat sangat unik dengan undakan yang bertingkat. Hal ini memiliki filosofis tersendiri bagi arsitek dan owner dimana tidur adalah yang paling dinantikan setelah beraktivitas satu hari penuh, sehingga kasur yang berada diatas undakan berarti sebuah pencapaian di hari tersebut. Kamar ini juga terlihat dapat memberikan kenyamanan untuk ownernya, dengan menghadapkan kasur ke jendela dan tidak menempatkan televisi di ruangan ini.

DAK House banyak menggunakan finishing lantai dari RomanGranit. Salah satu yang digunakan adalah RomanGranit bermotif kayu dari kategori Wood Mood koleksi dBalsa Pine 60×15. Selain mudah di pel, motif kayu-nya yang realistis menjadi alasan dibalik pemilihan material.

Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini diramaikan oleh banyak pertanyaan dari peserta webinar.

Lebih Dekat dengan Dhandya Dondon Basuni

Menjadi arsitek merupakan cita-cita Ar. Dhandya Dondon Basuni, ST., IAI sedari kecil. Profesi ini memberikan makna yang besar bagi dirinya dan juga lingkungan.

Arsitek yang akrab dipanggil Dondon ini sangat mengagumi Bung Karno sejak usia belia. Sang ayahlah yang memperkenalkan padanya pada sosok Bung Karno sebagai arsitek dan hal tersebut membuatnya tertarik untuk memilih bidang arsitektur sebagai profesi. Dondon berpendapat, profesi sebagai arsitek tidak hanya membantu pengguna jasa dalam mewujudkan mimpinya, tapi juga memberikan dampak pada perubahan paradigma terhadap jaman dan budaya seseorang, sekelompok orang, bahkan pada dunia.

Setiap proyek yang Dondon tangani memberikan tantangan-tantangan baru yang mesti ia selesaikan dalam bentuk desain. Baginya, mengetahui dan menganalisa kehidupan seseorang yang tidak kita kenal sebelumnya adalah pengalaman yang sangat menarik. Dalam proyek residensial DAK House misalnya, apa yang kita lihat pada rumah tersebut merupakan hasil dari proses pengolahan yang panjang antara arsitek dan klien. Arsitek mencoba memahami kebutuhan dan keinginan klien melalui diskusi-diskusi yang kemudian menghasilkan keputusan-keputusan desain yang secara visual terlihat melalui rumah tersebut. Dondon merasa, arsitek harus tahu apa keinginan dasar klien, ini harus kita cari karena terkadang keinginannya tersembunyi atau berubah-ubah. Dalam proyek rumah ini, ada 2 keinginan klien yang cenderung tetap dari awal hingga akhir, yaitu ingin bagian depan terlihat luas, lalu ingin ada taman yang besar dan terlihat dari ruang makan.

Hampir setiap proyek residensial yang pernah ia desain menggunakan produk Roman untuk penutup lantainya. Menurutnya, tile Roman memiliki kualitas yang sangat baik dan terus berinovasi melalui pilihan produk yang banyak. Sebagai arsitek, Dondon merasa dimanjakan oleh beragam pilihan tile Roman. “Saya ‘langganan’ dengan produk RomanGranit motif kayu, seperti dKanvela, dBalsa, dCalavera, dan dSherwood,” ungkapnya. Selain menangani beberapa proyek private residence, Dondon saat ini juga sedang mengerjakan proyek kawasan industri dan komersil. Ada kalanya di saat proyek sedang berjalan muncul ide-ide baru untuk merubah desain dan ide tersebut disetujui oleh klien, sedangkan biasanya ide baru tersebut erat hubungannya terhadap material akhir atau finishing, seperti penutup lantai, cat, dan lain-lain. Dari pengalaman tersebut, Dondon sadar bahwa sebuah karya arsitektur terkadang sifatnya tidak mempunyai cerita akhir: that’s the never ending story for us to do some architectural works.

Ingin tahu apa saja ilmu dan hal menarik yang dibagikan Ar. Dhandya Dondon Basuni, IAI pada acara Roman Webinar #05? Klik di sini untuk tonton video lengkapnya!

Jangan ketinggalan Roman Webinar lainnya. Ikuti terus informasi acara Webinar Roman selanjutnya di Instagram @roman.co.id. Jangan sampai ketinggalan.

Do you want more informations?
Send us a message!

Please wait...