fbpx
Select Language

Berita

April 01, 2022
Berita

3 Cara Efektif Melindungi Keluarga Agar Tetap Sehat di Tengah Pandemi

Share with

Di tengah pandemi virus Covid-19 yang belum berakhir, berbagai upaya untuk melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga harus terus ditingkatkan. Untuk memastikan keluarga sehat, bagian-bagian penting di dalam rumah yang paling sering bersentuhan dengan tubuh kita harus steril dari bakteri, kuman atau virus. Hal tersebut terungkap dalam program Talks with Roman bertajuk Protect Our Family in Pandemic Era yang dihelat pada Jumat, 28 Januari 2022.

Acara IG Live ini menghadirkan tiga orang narasumber yakni Home Organizing & Cleaning Enthusiast Firda Atikah, Kepala Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya dan Clinical Microbiologist dari MedBio dr. Enty, Sp. MK (K) serta Head RND Laboratory FT PT Satyaraya Keramindoindah Joni Hartono.

Apa saja cara efektif untuk memproteksi keluarga di tengah pandemi? Berikut ini intisari dari diskusi yang dipandu oleh Cilla dan diikuti oleh berbagai kalangan seperti mahasiswa, pecinta home organizing hingga ibu rumah tangga.

1. Rajin membersihkan rumah

Firda yang juga pemilik akun Instagram @tapforhome berbagi cerita tentang cara melindungi keluarga di era pandemi. Firda dan suaminya bisa dibilang orang yang sudah kecanduan beberes dan bebersih rumah. Alasannya sederhana, mereka ingin memiliki rumah yang selalu nyaman untuk ditinggali dan keluarga sehat.

Apalagi pasangan suami istri ini alergi debu. Hal itu menjadikan mereka semakin merasa perlu membersihkan rumah secara rutin. Aktivitas dalam menata dan membersihkan rumah dibagikan Firda di akun instagramnya @tapforhome. “Rumah besar atau kecil itu tergantung masing-masing, tapi rumah nyaman itu nomor satu,” kata Firda.

Kegiatannya membersihkan rumah lebih ditingkatkan ketika pandemi melanda. Work from home (WFH) membuat mereka lebih banyak beraktivitas di rumah. Alhasil, rumah harus selalu bersih. Setelah kantor memberlakukan work from office (WFO), Firda dan suami tetap memproteksi diri agar tidak membawa virus dari luar yang bisa menular ke anaknya yang masih kecil dan belum divaksin.

Soal bersih-bersih rumah, Firda seorang yang perfeksionis. Dia memiliki peralatan dan bahan-bahan untuk membersihkan rumah yang sangat lengkap dan berbeda-beda untuk tiap ruangan. “Kok banyak banget alat bersih-bersihnya? Itu spesifik untuk area tersebut karena kita tidak pernah tahu ada bakteri atau enggak di situ dan memastikannya agar tidak tersebar,” ujar Firda.

Pandemi, menurut dr. Enty, Sp. MK (K), telah membuat banyak orang lebih sering beraktivitas di dalam rumah karena sebagian kantor masih memberlakukan WFH. Dengan demikian, kebersihan rumah sangat penting dan harus mendapatkan perhatian lebih. Kebersihan permukaan yang sering bersentuhan dengan tangan atau kulit manusia seperti laptop, meja dan lantai harus selalu dijaga. Hal ini sangat penting karena dapat mempengaruhi kesehatan seluruh anggota keluarga.

Sedangkan mikroorganisme seperti kuman, bakteri, virus, jamur dan parasit pada permukaan meja, dinding dan lantai tidak selalu terlihat kecuali diamati dengan alat khusus seperti mikroskop. Jika telah menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi atau kotor, tangan kita tidak boleh menyentuh area mata, hidung dan mulut. “Semua upaya itu untuk meminimalkan risiko tertularnya kita dari mikroorganisme yang ada di permukaan, termasuk lantai,” kata dr. Enty Sp. MK (K).

2. Meningkatkan imunitas tubuh

Selain menjaga area rumah selalu bersih, faktor internal dari dalam tubuh kita juga harus mendapatkan perhatian agar mampu menangkis setiap potensi gangguan kesehatan di masa pandemi. Untuk alasan itu, Firda dan suaminya rajin mengonsumsi multivitamin. Dengan imunitas tubuh yang meningkat, Firda bisa mengurangi risiko terpapar bakteri atau virus dan tidak menyebarkannya ke anggota keluarga yang lain.

Menurut dr. Enty, Sp. MK (K), ada dua jenis bakteri berbahaya yang paling sering ditemukan yakni Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli. Ketika bakteri tersebut masuk ke sistem tubuh kita, maka kita hanya bisa mengandalkan daya tahan tubuh atau imunitas yang masing-masing orang berbeda.

“Misalnya anak saya main di lantai. Namanya anak-anak sudah dibilangin kalau mau makan sebelumnya cuci tangan dulu, tapi seringkali kalau ada makanan di meja, langsung makan dan masuk ke mulut. Jadi harus dua hal yang kita cegah, lantai kita bersih dan juga daya tahan anak kita tingkatkan,” tuturnya.

Imunitas tubuh bisa ditingkatkan dengan berbagai cara seperti mengonsumsi makanan bergizi, mengonsumsi suplemen dan berolahraga secara rutin. Jika daya tahan tubuh kita bagus, tubuh dapat melawan virus yang menyebabkan penyakit. Alhasil, keinginan Anda memiliki keluarga sehat akan lebih mudah tercapai.

3. Menggunakan material anti bakteri di dalam rumah

Perlindungan keluarga di era pandemi akan lebih optimal jika kita menggunakan material bangunan yang mengandung anti bakteri. Material anti bakteri dapat diterapkan pada bagian yang paling sering bersentuhan dengan tubuh manusia terutama lantai. Tapi apakah tersedia produk pelapis lantai yang memiliki kandungan anti bakteri?

Tenang, saat ini Anda sudah bisa melindungi seluruh anggota keluarga dengan produk lantai anti bakterial dari RomanGranit bernama Fitmood. Lantai Fitmood telah terbukti efektif membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya lainnya yang berada di permukaan lantai.

“Kemampuan Fitmood untuk membunuh bakteri diperoleh dari partikel Nano Silver yang berada di lapisan paling atas dari granite tile,” kata Head RND Laboratory FT PT Satyaraya Keramindoindah Joni Hartono.

Kemampuan Fitmood dalam membunuh bakteri tersebut sudah diuji di laboratorium baik di dalam maupun luar negeri. Di Indonesia, hasil uji laboratorium dan sertifikasi diperoleh dari Unika Atmajaya. Sedangkan dari luar negeri, sertifikasi diperoleh dari laboratorium SGS Singapura dan Laboratio Anayco, Malaga, Spanyol.

Pengujian dilakukan dengan menempatkan Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli di atas permukaan Fitmood. Hasilnya teknologi Silver Ion pada Fitmood terbukti mampu mengeliminasi 99,9% bakteri dan mikroba.

“Terhadap dua bakteri tadi kita uji, kita pertemukan dengan permukaannya Fitmood, kita taruh juga pada keramik yang non Fitmood. Kemudian kita inkubasi, kita nilai. Pertumbuhan bakterinya minimal sekali pada granite tile Fitmood, kita hitung karena pengujian kuantitatif, sampai dapat angka penurunan 99,9%,” jelas dr Enty, Sp. MK (K) yang memimpin pengujian di laboratorium Unika Atmajaya.

Nano Silver memiliki efek hambat pertumbuhan bakteri atau efek oligodinamik. Dengan keunggulan Fitmood, dr Enty, Sp. MK (K) menilai fitur tambahan pada lantai tersebut dapat membantu memproteksi keluarga di tengah pandemi agar lantai selalu bersih dan terbebas dari mikro organisme yang dapat menyebabkan penyakit. “Tapi sehebat apapun produk anti bakteri dari granite tile, tidak meniadakan aktivitas membersihkan secara rutin seperti mengepel,” katanya mengingatkan.

Fitmood dapat digunakan untuk lantai indoor maupun oudoor. Granite tile dengan permukaan matte ini dapat juga diaplikasikan pada kamar mandi. Dalam penggunaannya, Fitmood tidak memerlukan perawatan khusus.

Untuk mewujudkan keluarga sehat bersama RomanGranit Fitmood, Anda bisa datang langsung ke House of Roman di kota terdekat. Produk tile RomanGranit FitMood berukuran 60 x 60 cm tersedia dalam 7 pilihan desain yakni Iceberg White, dCalcite Bone, dCervinia Bianco, dKalmar Bianco, dVisby Natural, dLinosa Cream dan dLinosa Grey. Anda bisa melihat koleksi RomanGranit Fitmood di sini.

Video IG Live dengan tema Protect Our Family in Pandemic Era dapat Anda lihat selengkapnya di akun Instagram @Roman.co.id. Jangan lupa follow dan dapatkan informasi-informasi menarik lainnya dari RomanGranit. Semoga bermanfaat!

Do you want more informations?
Send us a message!

Please wait...